Blogger Widgets

Rabu, 25 Desember 2013

GEOLOGI : Masa Awal Bumi, Penerapan Geologi, Cabang-Cabang Geologi

1.1. Pengertian Geologi
         Secara etimologis geologi berasal dari bahasa Yunani yaitu geos yang artinya bumi dan logos yang artinya ilmu, jadi geologi adalah ilmu yang mempelajari Bumi. Secara umum geologi adalah ilmu yang mempelajari Bumi berupa komposisinya, struktur, sifat-sifat fisik, sejarah, dan proses pembentukannya. Karena Bumi tersusun oleh batuan, pengetahuan mengenai komposisi, pembentukan, dan sejarahnya merupakan hal utama dalam memahami sejarah Bumi. Dengan kata lain batuan merupakan objek utama yang dipelajari dalam geologi. Orang yang mempelajari geologi disebut geologis.
1.2.  Masa Awal Bumi
           Bumi adalah planet tempat tinggal seluruh makhluk hidup beserta isinya. Sebagai tempat tinggal makhluk hidup, bumi tersusun atas beberapa lapisan bumi, bahan-bahan material pembentuk bumi, dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya.
1. Teori Big Bang
             Teori ini merupakan teori yang paling terkenal dari pada teori lain, proses terbentuknya bumi berawal dari puluhan milyar tahun yang lalu. Pada awalnya terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Putaran yang dilakukannya tersebut memungkinkan bagian-bagian kecil dan ringan terlempar ke luar dan bagian besar berkumpul di pusat, membentuk cakram raksasa. Suatu saat, gumpalan kabut raksasa itu meledak dengan dahsyat di luar angkasa yang kemudian membentuk galaksi dan nebula-nebula.
2. Teori Planetesimal
         Teori ini dikemukakan oleh Chamberlin dan Moulton yang mengungkapkan bahwa pada mulanya telah terdapat matahari asal. Pada suatu ketika, matahari asal ini didekati oleh sebuah bintang besar, yang menyebabkan terjadinya penarikan pada bagian matahari. Akibat tenaga penarikan matahari asal tadi, terjadilah  ledakan-ledakan yang hebat. Gas yang meledak ini keluar dari atmosfer matahari, kemudian mengembun dan membeku sebagai benda-benda yang padat, dan disebut planetesimal. Planetesimal ini dalam perkembangannya menjadi planet-planet yang salah satunya merupakan planet kita tinggali yaitu Bumi.
3. Teori Pasang Surut Gas
          Dua orang ilmuwan Inggris, James Jeans dan Harold Jeffreys, pada tahun 1918 mengemukakan teori ini. Mereka mengatakan pada saat bintang melintas di dekat matahari, sebagian massa matahari tertarik ke luar sehingga membentuk semacam cerutu. Bagian yang membentuk cerutu ini akan mengalami pendinginan dan membentuk planet - planet, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
1.3.  Penerapan Ilmu Geologi
         Dalam perjalanan untuk menjadi seorang geologis, maka seorang geologi dituntut untuk mempelajari tentang tanah (soil), mineral (mineral), batuan (rocks), air bawah tanah (hydrogeology), fosil (fosills), pedataran, bukit, gunung, mata air, sungai, danau, pantai, dan lain-lain (morphology) yang mana sangat menarik untuk dikaji lebih dalam guna kebutuhan masyarakat. Berdasarkan pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa Ilmu Geologi sangat erat kaitannya dengan dunia Pertambangan dan Perminyakan serta proyek-proyek Sipil (Anonim, 2008).

1.4.  Cabang-Cabang Ilmu Geologi
         Hampir semua cabang ilmu geologi penting digunakan dalam proses interpretasi geologi, seiring dengan perkembangan ilmu maka akan semakin banyak cabang ilmu yang dibutuhkan. Diantara cabang ilmu tersebut beberapa ilmu yang terkait yaitu :
1.        Kristalografi  yaitu  ilmu yang mempelajari kristal dan mineral.
2.   Mineralogi yaitu studi tentang mineral secara megaskopis dan menentukan nama mineral dari hasil deskripsi (sifat fisik, belahan, goresan, warna, kilap, dan lain-lain).   
3.        Petrologi yaitu studi tentang batuan, asal mula pembentukannya, klasifikasinya, tempat pembentukan dan pengendapannya, serta penyebarannya baik di dalam maupun di luar perut Bumi.
4.        Petrologi Sedimen yaitu ilmu yang mempelajari batuan sedimen.
5.    Geologi Struktur (King of Geology) yaitu studi mengenai perubahan bentuk – bentuk kerak bumi yg diakibatkan oleh gaya sehingga menghasilkan struktur geologi berupa lipatan, patahan, kekar, dan lain – lain. Pengertian lain dari Geologi Struktur yaitu ilmu yang mempelajari sikap, bentuk, dan tatanan batuan pada kerak bumi.
6.    Geologi Fisikal yaitu ilmu yang mempelajari proses eksternal dan internal,  seperti erosi, deposisi, dan aktivitas gunung berapi.
7.      Stratigrafi (Queen of Geology) yaitu studi tentang perlapisan batuan, penyebaran, komposisi, ketebalan, umur dan korelasi lapisan batuan.
8.     Paleontologi yaitu studi tentang segala aspek kehidupan masa lampau berupa fosil baik makro ataupun mikro yang di temukan dalam batuan.
9.        Geofisika yaitu ilmu yang mempelajari sifat fisika material pembentuk kerak Bumi.
10.    Geokimia yaitu ilmu yang mempelajari sifat kimia material pembentuk kerak bumi, mempelajari              keberadaan unsur – unsur  isotop di bumi, dan lain-lain.
11.    Gelogi Tambang yaitu ilmu yang mempelajari masalah jebakan material dan hubungannnya dengan        pertambangan.
12.     Geologi Lapangan yaitu ilmu yang mempelajari penyelidikan geologi dilapangan
13.  Geologi Terapan yaitu penerapan Geologi untuk kepentingan manusiapada bidang tertentu. misal:     Geologi Pertambangan, Geologi batubara, Geologi Minyak dan Gas bumi, Hidrogeologi, dan sebagainya.
Baca Selengkapnya...

Lembar Persembahan


             Sebelumnya terima kasih buat ayah dan ibu yang telah  bersedia tidak tidur menunggu penulis pulang  ke rumah dan  selalu  perhatian, serta tidak lupa mengucapkan terima  kasih  kepada  rekan-rekan  dan pihak-pihak yang telah berjasa.

            Dalam   pembuatan   laporan  ini,  penulis  banyak  menghadapi hambatan berupa mental, ngantuk, lapar, dan pusing tak  tertahankan. Hambatan mental merupakan akar  segalanya  dalam  pembuatan laporan. Pertama  kali  mengerjakan  laporan,  hambatan lapar dan ngantuk lah yang penulis rasakan, karena  masih  belum  bisa  menggunakan  mesin ketik dan belum terlalu fasih begadang serta terdesak  dalam  mengejar  batas  waktu  asistensi  yang menimbulkan   pusing  tak  tertahankan  dan  berakhir  pada  mental. Hambatan  mental  inilah penulis banyak rasakan mulai  dari jeleknya nilai pretest, telatnya waktu asistensi wajib, dan ocehan  membangun yang  membuat kotoran di telinga  serasa  ingin  keluar  dari  pihak asisten   serta  rekan  yang  terlalu  ketergantungan  yang  membuat beban pembuatan  laporan terasa  semakin  berat.  Tapi, dari  itulah penulis   bisa  merasakan  arti  berbagi  dan  begadang  bermanfaat. Semoga  dalam  perjalanan kedepannya penulis menjadi  semakin  tegar dan rajin dalam  menyelesaikan  laporan-laporan  yang  lebih  berat. Intinya adalah hanya BERTAHAN DALAM ATURAN. 

Baca Selengkapnya...